Keutamaan Kalimat Tauhid
Kalimat Tauhid adalah kalimat لا إله إلا الله, suatu kalimat yang ringkas dan ringan namun padat makna bahkan memiliki banyak keutamaan. Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah ta’ala berkata,
كلمة التوحيد لها فضائل عظيمة لا يمكن ها
هنا استقصاؤها
“Kalimat Tauhid memiliki
keutamaan yang agung, yang tidak mungkin dihitung keutamaannya.” [Kalimatul
Ikhlash hal. 52]
1. Nikmat Allah yang paling besar kepada hamba-hamba-Nya
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
:
أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ
لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسبَغَ
عَلَيكُم نِعَمَهُ ۥ ظَـٰهِرَةً
وَبَاطِنَةً
"Dan Dia menyempurnakan untukmu
nikmat-Nya lahir dan batin." (QS. Lukman : 20)
Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari Rahimahullah ta’ala
menafsirkan ayat tersebut dengan menukil perkataan Ibnu Abbas dan Mujahid,
bahwa makna نِعَمَهُ
ۥ
ظَـٰهِرَةً وَبَاطِنَةً Yaitu kalimat لا
إله إلا الله. [Tafsir Jami’ul Bayan
Jilid 20 hal 148-149 ]
Sufyan bin Uyainah
rahimahullahu berkata,
ما أنعم الله على عبد من العباد نعمة أعظم من أن عرفهم لا إله إلا
الله.
“Tidaklah Allah
memberikan kepada seorang hamba suatu nikmat yang lebih mulia dibandingkan Dia
memahamkan kepadanya (kalimat tauhid) لا إله إلا
الله. [Kalimatul Ikhlash hal.53]
2. Sebab diciptakan makhluk-makhluk-Nya
وَمَا خَلَقتُ ٱلجِنَّ وَٱلإِنسَ إِلَّا
لِيَعبُدُونِ
"Dan aku tidak menciptakan jin
dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat
: 56)
3. Sebab diutus para rasul dan diturunkan kitab-kitab-Nya
وَمَا أَرسَلنَا مِن قَبلِكَ مِن رَّسُولٍ
إِلَّا نُوحِى إِلَيهِ أَنَّهُ لَا
إِلَـٰهَ إِلَّا أَنَا فَٱعبُدُونِ
"Dan Kami tidak mengutus seorang
Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak
ada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Aku, maka sembahlah Aku”."
(QS. Al-Anbiya’ : 25)
يُنَزِّلُ ٱلمَلَـٰكَةَ بِٱلرُّوحِ مِن
أَمرِهِۦ عَلَىٰ
مَن يَشَاءُ مِن عِبَادِهِۦ أَن
أَنذِرُواْ أَنَّهُ ۥ لَا
إِلَـٰهَ إِلَّا أَنَا فَٱتَّقُونِ
"Dia menurunkan para malaikat
dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di
antara hamba-hamba-Nya. Yaitu: "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya
tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Aku, maka hendaklah kamu
bertakwa kepada-Ku"." (QS. An-Nahl : 2)
4. Sebaik-baik apa yang dikatakan oleh para nabi.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ
أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
(رواه الترمذي كتاب الدعوات باب في دعاء يوم عرفة ر3934 وصححه الألباني في صحيح
الترمذي ر 2837)
"Sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah
dan sebaik-baik yang aku ucapkan dan yang diucapkan oleh para nabi sebelumku
adalah
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ
وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Tidak ada sesembahan yang berhak
disembah dengan benar kecuali Allah saja. Bagi-Nya kekuasaan dan pujian dan
Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu." [HR. Tirmidzi no.3934 dan dishahihkan
oleh syaikh Al-Albani dalam Shahih at-tirmidzi no. 2837]
5. Kunci surga
Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
مَنْ
كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ (رواه الحاكم
في المستدرك على الصحيحين كتاب الجنائز ر1247)
“Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah لا
إله إلا الله maka dia masuk surga. (HR. Hakim no. 1247). Rasul shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ
مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ الله دَخَلَ الْجَنَّةَ (رواه مسلم
كتاب الإيمان باب الدليل على أن من مات على
التوحيد دخل الجنة قطعا ر 26)
"Barangsiapa yang mati dan dia
mengetahui tentang لاَ إِلٰهَ إِلاَّ الله maka dia masuk surga." [HR.
Muslim no.26]
6. Sebab keselamatan dari api neraka
Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ
اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ (رواه البخاري كتاب الصلاة أبواب المساجد باب
المساجد في البيوت ر 415)
"Sesungguhnya Allah mengharamkan
neraka atas orang-orang yang mengucapkan لَا إِلَهَ
إِلَّا اللَّهُ yang dia mengharapkan wajah Allah." [HR. Bukhari no.415]
Suatu saat Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendengar seorang mu’adzin mengumandangkan
أشهد أن لا
إله إلا الله maka
beliau bersabda : "خَرَجْتَ مِنَ النَّار"
Orang ini telah keluar dari api neraka. (HR. Muslim Kitab Ash-Shalah no 382)
7. Sebab digapainya syafaat Rasul.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
إِنَّ
أَسْعَدَ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ : لا إِلَهَ إِلا
اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ (رواه البخاري
كتاب
العلم باب الحرص على الحديث ر99)
"Sesungguhnya orang yang paling
berbahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan لا
إِلَهَ إِلا اللَّهُ ikhlas dari lubuk hatinya." [HR. Bukhari
no.99]
8. Lebih berat (di dalam timbangan hari kiamat) dibandingkan catatan-catatan dosa pada hari kiamat.
Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
يُصَاحُ
بِرَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُءُوسِ الْخَلائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ,
فَتُنْشَرُ لَهُ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ سِجِلا , كُلُّ سِجِلٍّ مِنْهَا مَدُّ
الْبَصَرِ , ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ : " أَتُنْكِرُ مِنْ
هَذَا شَيْئًا ؟ " . فَيَقُولُ : لا يَا رَبِّ . فَيَقُولُ
عَزَّ وَجَلَّ : " أَلَكَ عُذْرٌ أَوْ حَسَنَةٌ ؟ " فَيَهَابُ الرَّجُلُ
, فَيَقُولُ : لا يَا رَبِّ . فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ : " بَلَى إِنَّ لَكَ
عِنْدَنَا حَسَنَاتٍ وَإِنَّهُ لا ظُلْمَ عَلَيْكَ " . فَتُخْرَجُ
لَهُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , فَيَقُولُ : يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ
هَذِهِ السِّجِلاتِ ؟ فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ : " لا تُظْلَمُ
". قَالَ : فَتُوضَعُ السِّجِلاتُ فِي كِفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كِفَّةٍ ,
فَطَاشَتِ السِّجِلاتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ (رواه الترمذي كتاب الإيمان باب باب مَا جَاءَ فِيمَنْ يَمُوتُ
وَهُوَ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ر 2582 & رواه أبو داود كتاب الزهد باب مَا
يُرْجَى مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ر 4298 )
"Ada seseorang dari umatku yang
dipanggil dihadapan manusia pada hari kiamat. Lalu dibentangkan baginya 99
catatan amal. Setiap catatan amal itu sepanjang mata memandang. Kemudian Allah
berfirman: Apakah engkau mengingkari sesuatu darinya? orang itu menjawab:
Tidak, wahai Rabbku. Allah berfirman: Apakah engkau memiliki udzur/alasan atau
kebaikan? orang itu pun ketakutan dan dia berkata: Tidak, wahai Rabbku. Allah
berfirman: Sesungguhnya engkau memiliki kebaikan disisi Kami dan tidak ada
kedzaliman atasmu. Lalu dikeluarkanlah sebuah catatan amalnya (yang laing) yang
terdapat kalimat أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . Orang itu berkata: Wahai Rabbku,
apalah artinya catatan ini dibandingkan dengan 99 catatan tadi? Allah
berfirman: engkau tidak akan didzalimi. Kemudian diletakkanlah 99 catatan itu
di salah satu daun timbangan dan catatan kalimat syahadat di daun timbangan
yang lainnya, 99 catatan itu naik keatas dan catatan kalimat syahadat yang
lebih berat." [HR. Tirmidzi no. 2582, Ibnu Majah no.4298 dan dishahihkan
oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Jami’ no. 8095]
9. Seandainya ditimbang dengan langit dan bumi maka kalimat tauhidlah yang lebih berat.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
إن
نوحا عليه الصلاة والسلام قال لابنه عند موته: آمرك بلا إله إلا الله فإن السموات
السبع والأرضين السبع لو وضعن في كفة ووضعت لا إله إلا الله في كفة لرجحت بهن لا
إله إلا الله
"Sesungguhnya Nabi Nuh
alaihissalam pernah berkata kepada putra beliau ketika beliau mau meninggal
dunia: Aku perintahkan dirimu dengan kalimat لا إله إلا
الله, karena tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi seandainya
diletakkan di daun timbangan dan kalimat لا إله إلا
الله di daun timbangan yang lain maka
kalimat لا
إله إلا الله lebih berat dari tujuh lapis langit
dan bumi." [Al-Musnad 2/170 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam
As-Silsilah Ash-Shahihah no.134.]
10. Cabang iman yang paling tinggi.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
الإيمان
بضع وسبعون شعبة فأفضلها قول: لا إله إلا الله، وأدناها إماطة الأذى عن الطريق،
والحياء شعبة من الإيمان
"Iman memiliki lebih dari 70
cabang dan yang paling afdhal/tinggi adalah ucapan لا
إله إلا الله dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan
dan rasa malu adalah bagian dari iman." [HR. Bukhari no.9 dan Muslim
no.35.]
11. Kalimat tauhid menyingkap tabir hingga sampai kepada Allah ta'ala.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
مَا
قَالَ عَبْدٌ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَطُّ مُخْلِصًا إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ
أَبْوَابُ السَّمَاءِ حَتَّى تُفْضِيَ إِلَى الْعَرْشِ مَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
"Tidaklah seorang hamba
mengucapkan لا إله إلا الله dengan ikhlas
melainkan dibukakan baginya pintu-pintu langit hingga sampai kepada arsy selama
dia meninggalkan dosa-dosa besar." [Jami’ Tirmidzi 3590 dan dihasankan
oleh Al-Albani dalam Shahih Jami’ no.5648]
12. Kebaikan yang paling baik
عن
أبي ذر قال قلت يا رسول الله دلني على عمل يقربني من الجنة ويباعدني من النار قال
اذا عملت سيئة فاعمل حسنة على أثرها فانها عشر أمثالها قال قلت يا رسول الله من
الحسنات لا إله إلا الله قال من أكبر الحسنات (حلية الأولياء مجلد 4 ص 218)
Abu Dzar berkata : Aku pernah berkata :
Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang suatu amalan yang dapat
mendekatkan diriku ke dalam surga dan menjauhkan diriku dari api neraka. Maka
beliau bersabda, “Apabila engkau berbuat kejelekan maka iringilah dengan
kebaikan maka itu akan diberi pahala sepuluh kali lipatnya.” Aku berkata, “Wahai
Rasulullah, apakah لا إله إلا الله itu
termasuk kebaikan?”. Rasul bersabda, “Itu adalah kebaikan yang paling baik.” (Hilyatul
Auliya jilid 4 hal 218.)
13. Amal yang paling mulia dan paling banyak dilipat gandakan (pahalanya).
Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam beliau bersabda, "Barangsiapa yang mengucapkan:
لاَ
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ
الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
“Tidak ada tuhan yang berhak
disembah kecuali Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya lah kerajaan
dan bagi-Nya lah pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.”
فِي
يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ
مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا
مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ
بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ.
“sebanyak 100 kali
dalam sehari maka baginya pahala seperti pahala orang yang memerdekakan 10
budak/hamba sahaya dan dituliskan baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100
kejelekan, dan baginya penangkal dari setan pada hari itu hingga sore hari. Dan
tidak ada seorang pun yang bisa menandinginya melainkan yang mengamalkan lebih
dari itu." [HR. Bukhari no.6403 dan Muslim no.2691]
14. Dzikir yang paling afdhal
أَفْضَلُ
الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ
"Dzikir yang paling mulia adalah
لا
إله إلا الله dan doa yang paling afdhal adalah الْحَمْدُ لِلَّهِ. "
[HR. Tirmidzi no.3383, HR. Ibnu Majah no. 3800 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Jami’ no.1104]
[HR. Tirmidzi no.3383, HR. Ibnu Majah no. 3800 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Jami’ no.1104]

Komentar
Posting Komentar