Nama lain dari kalimat tauhid



Nama lain dari kalimat tauhid

الكلمة الطيبة  kalimah thayyibah (ucapan yang baik).

أَلَم تَرَ كَيفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصلُهَا ثَابِتٌ وَفَرعُهَا فِى ٱلسَّمَاءِ (٢٤) تُؤتِى أُڪلَهَا كُلَّ حِينِ بِإِذنِ رَبِّهَا‌ وَيَضرِبُ ٱللَّهُ ٱلأَمثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُم يَتَذَڪرُونَ (٢٥(

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (QS. Ibrahim : 24-25)
  القول الثابت Al-Qaul Ats-Tsabit (ucapan yang teguh).

يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلقَولِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلحَيَوٰةِ ٱلدُّنيَا وَفِى ٱلأَخِرَةِ‌ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّـٰلِمِينَ‌ وَيَفعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَاءُ

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki." (QS. Ibrahim : 27)


العهد  al-‘ahdu (perjanjian)

Allah berfirman:

لَّا يَملِكُونَ ٱلشَّفَـٰعَةَ إِلَّا مَنِ ٱتَّخَذَ عِندَ ٱلرَّحمَـٰنِ عَهدًا

"Mereka tidak berhak mendapat syafa'at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan yang Maha Pemurah." (QS. Maryam : 87)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwasanya beliau berkata: Al-‘Ahdu/perjanjian yang dimaksud disini adalah kalimat syahadat لا إله إلا الله (Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Ad-Du’aa 3/1518.)


العروة الوثقى  Al-‘Urwah Al-Wutsqa (Tali yang kokoh)

yang barangsiapa berpegang teguh dengannya maka dia selamat dan barangsiapa yang tidak berpegang teguh dengannya dia akan binasa. Allah berfirman:

لَا إِكرَاهَ فِى ٱلدِّينِ‌ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشدُ مِنَ ٱلغَىِّ‌ فَمَن يَكفُر بِٱلطَّـٰغُوتِ وَيُؤمِن بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱستَمسَكَ بِٱلعُروَةِ ٱلوُثقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا‌ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 256)

  الباقية الكلمة   Al-Kalimah Al-Baqiyah (ucapan yang kekal)

yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam kepada keturunan beliau agar mereka kembali (ke jalan Allah).  Allah berfirman:

وَإِذ قَالَ إِبرَٲهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَومِهِۦ إِنَّنِى بَرَاءٌ مِّمَّا تَعبُدُونَ (٢٦) إِلَّا ٱلَّذِى فَطَرَنِى فَإِنَّهُ ۥ سَيَہۡدِينِ (٢٧) وَجَعَلَهَا كَلِمَةَ بَاقِيَةً فِى عَقِبِهِۦ لَعَلَّهُم يَرجِعُونَ (٢٨)

"Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kalian sembah. Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menciptakanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku". Dan lbrahim menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu." (QS. Az-Zukhruf : 26-28)

 التقوى كلمة  kalimat taqwa

yang Allah perintahkan kepada para sahabat Nabi-Nya. Dan mereka adalah orang yang paling layak dengan kalimat tersebut dan para pengibar benderanya. Allah berfirman:

إِذ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلجَـٰهِلِيَّةِ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَڪينَتَهُ ۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلمُؤمِنِينَ وَأَلزَمَهُم ڪلِمَةَ ٱلتَّقوَىٰ وَكَانُواْ أَحَقَّ بِہا وَأَهلَهَا‌ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىءٍ عَلِيمًا

"Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Fath : 26)

Diriwayatkan oleh Abu Ishaq As-Sabi’i dari Amru bin Maimun dia berkata: Tidaklah manusia berkata yang lebih afdhal daripada ucapan لا إله إلا الله. Sa’ad bin ‘iyadh berkata: Wahai Abu Abdillah, tahukah engkau apakah kalimat itu? Itulah kalimat takwa yang Allah perintahkan kepada para sahabat nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan mereka yang paling berhak dengannya dan merekalah para pengibar benderanya. (Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani di dalam Ad-Du’aa 3/1533.)

 منتهى الصواب Muntaha Ash-Shawaab (puncak kebenaran)

يَومَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلمَلَـٰكَةُ صَفًّا‌ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَن أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحمَـٰنُ وَقَالَ صَوَابًا

"Pada hari, ketika ruh dan Para Malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar." (QS. An-Naba’ : 38)

Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma tentang firman Allah diatas, beliau berkata: kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Ar-Rabb dengan kalimat syahadat لا إله إلا الله . Dan itu adalah muntaha ash-shawab. (Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam kitab Ad-Du’aa 3/1520)

Ikrimah rahimahullahu berkata: kata yang benar adalah لا إله إلا الله.

 دعوة الحق dakwah al-haq (seruan kebenaran)

لَهُ ۥ دَعوَةُ ٱلحَقِّ‌ وَٱلَّذِينَ يَدعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَستَجِيبُونَ لَهُم بِشَىءٍ إِلَّا كَبَـٰسِطِ كَفَّيهِ إِلَى ٱلمَاءِ لِيَبلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَـٰلِغِهِۦ‌ وَمَا دُعَاءُ ٱلكَـٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلَـٰلٍ

"Hanya bagi Allah-lah dakwah al-haq dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya. Padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka." (QS. Ar-Ra’du : 14)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar Rahimahullah ta'ala

syair tentang bekal taqwa

Musnid Muda Nusantara