MAKNA YANG BENAR DARI KALIMAT TAUHID لا إله إلا الله
لا
إله إلا الله artinya
-
لَا
مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلَّا اللهُ / tidak ada yang berhak disembah
dengan benar melainkan Allah atau
-
لَا مَعْبُوْدَ حَقٌّ إِلَّا
اللهُ / Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah.
Berikut
penjelasan para Ulama tentang makna لا إله إلا الله
1. Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari
rahimahullahu menafsirkan kalimat tauhid لا إله إلا هو
yang terdapat dalam Surat Ghafir ayat 3
لا معبود تصلح له العبادة
إلا الله العزيز العليم،...... فلا تعبدوا شيئا سواه
“Tidak ada sesembahan yang berhak
disembah kecuali Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. ........ Maka
janganlah kalian beribadah kepada sesuatu selain-Nya.” [Tafsir Jami’ul Bayan
jilid 21 hal 410]
Beliau juga menafsirkan kalimat
tauhid لا
إله إلا هو yang di dalam Surat Ghafir ayat 65
لا معبود بحق تجوز عبادته،
وتصلح الألوهة له إلا الله
“Tidak ada sesembahan yang boleh diibadahi
dan layak untuk disembah melainkan Allah.” [Tafsir Jami’ul Bayan jilid 21 hal
351]
2. Abu Muzhaffar As-Sam’aani
rahimahullahu berkata ketika menafsirkan kalimat لا إله إلا هو
di dalam ayat ke 14 dari surat Thaha:
لَا أحد يسْتَحق
الْعِبَادَة سواي
“Tidak ada sesuatu apapun yang berhak
disembah melainkan Aku (Allah).” [Tafsir As-Sam’aani jilid 3 hal 323]
3. Imam Suyuthi rahimahullahu berkata
tentang makna kalimat tauhid لا إله إلا هو yang terdapat dalam ayat kursi,
لا معبود بحق في الوجود
“Tidak ada yang berhak diibadahi di
alam semesta ini melainkan Dia (Allah) Yang Maha Hidup.” [Tafsir Al-Jalalain jilid
1 hal 261]
4. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
rahimahullahu berkata, “Makna لا إله إلا الله adalah لا
مَعْبُودَ بِحَقٍّ إلا اللهُ Tidak ada yang berhak diibadahi
dengan benar kecuali Allah semata.” [Al-Ushul Ats-Tsalatsah hal. 7]
5. Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu
berkata ketika mentafsirkan لا إله إلا هو yang terdapat dalam ayat kursi
yaitu لا
معبود بحق سواه Tidak ada yang berhak disembah dengan
benar kecuali Dia. [Tafsir Al-Karim Ar-Rahman jilid 1 hal.110]
Komentar
Posting Komentar