Kalau ALLAH DI ATAS ARASY, Apakah berarti Allah membutuhkan tempat?
Kalau ALLAH DI ATAS ARASY, Apakah berarti Allah membutuhkan tempat?
JAWAB:
" السلف والأئمة وسائر علماء السنة إذا قالوا " إنه فوق العرش ، وإنه في السماء فوق كل شيء " لا يقولون إن هناك شيئا يحويه ، أو يحصره ، أو يكون محلا له ، أو ظرفا ووعاء ، سبحانه وتعالى عن ذلك ، بل هو فوق كل شيء ، وهو مستغن عن كل شيء ، وكل شيء مفتقر إليه ، وهو عالٍ على كل شيء، وهو الحامل للعرش ولحملة العرش بقوته وقدرته ، وكل مخلوق مفتقر إليه، وهو غني عن العرش وعن كل مخلوق " انتهى من"مجموع الفتاوى " (16/100-101) .
Para salaf dan seluruh ulama sunnah ketika berkata: "sesungguhnya Allah di atas Arsy, dan sesungguhnya Dia di langit di atas segala sesuatu," BUKAN BERARTI mereka mengatakan sesungguhnya di sana ada sesuatu yang meliputi (menghimpun) Allah atau membatasi Allah, atau di sana ada sesuatu yang menjadi tempat atau wadah bagi Allah, ALLAH maha tinggi dari (pensifatan) semua itu... Akan tetapi maksudnya adalah ALLAH DI ATAS SEGALA SESUATU, TIDAK BUTUH KEPADA SEGALA SESUATU, segala sesuatulah yang butuh kepadanya, Dia tinggi di atas segala sesuatu, Dialah Allah al-hamil (pembawa) arsy dan pembawa para malaikat pembawa arsy, dengan kekuatan dan kekuasaannya, Dia tidak membutuhkan Arsy dan tidak membutuhkan semua makhluk. (majmu'al-Fatawa)
Lantas apa bedanya keyakinan di atas dengan keyakinan Mu'tazilah, jahmiyah dan yang semisalnya?
Bedanya:
1. Ahlussunnah menetapkan sifat istiwa'nya Allah di atas langit tanpa mentakwil, tanpa meniadakan, tanpa membagaimanakan dan tanpa memperumpamakannya dengan makhluk. Adapun ahl bid'ah mereka mentakwil istiwa' dengan menguasai (istawlaa) dan mengatakan Allah ada di mana-mana
Jadi Menurut Ahlussunnah: Allah meninggi di atas Arsy, sedangkan menurut Mu'tazilah Cs : Allah menguasai Arsy tapi tidak di atas Arsy.
2. Ahlussunnah meyakini uluw adz-dzat (ketinggian dzat Allah di atas langit) dan uluw as-sifat (ketinggian sifat dan kekuasaan Allah) adapun selain ahli sunnah mengakui uluw as-sifat (ketinggian sifat dan kekuasaan Allah) tapi mereka menafikan dan meniadakan ketinggian dzat Allah di atas langit.
3.Ahlussunnah menetapkan makna istiwa' yang berarti (على وارتفع) meninggi di atas arsy, kemudian ahlussunnah mentafwidh atau menyerahkan hakekatnya kepada Allah. Adapun selain ahli sunnah mentafwidh maknanya dan mentakwilnya
Kesimpulan:
Allah ada di atas langit, tinggi di atas seluruh makhluknya, tidak dibatasi oleh apapun, dan Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun. Adapun ilmu dan kekuasaan Allah meliputi segala suatu.
Wajib meyakini Allah meninggi di atas Arsy adapun bagaimananya dan hakekatnya kita serahkan kepada Allah.
Wallahu a'lam
Fadlan Fahamsyah
Komentar
Posting Komentar