KJ - Penjelasan Singkat Doa di pagi hari

Kita akan bersama sebuah hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
Kita akan mendulang faedah dari doa yang senantiasa membasahi lisan Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
Sebuah doa yang selalu dibaca oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam di pagi hari.
Sebuah doa yang selalu beliau shallallahu alaihi wa sallam baca sebelum memulai aktivitas - aktivitas kesehariannya.
Sebuah doa yang diriwayatkan Ibnu Majah oleh salah seorang istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam Ummu Salamah Radhiyallahu anha
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً »
Bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam dahulu mengucapkan doa ketika selesai shalat subuh, "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan rizki yang baik, dan amalan yang diterima".

Kaum Muslimin yang dirahmati oleh Allah ta-ala
Hadits di atas adalah berisi sebuah doa yang sangat agung, oleh karena itu kita sebagai seorang muslim harus berusaha meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Hendaklah mempelajari pelajaran dan mutiara hikmah yang terkandung di dalam hadits di atas, agar kita berdoa dalam keadaan utuh, menghadirkan jiwa dan dapat mengamalkan konsekuensi-konsekuensi dari doa yang kita baca tersebut, sesuai tuntunan nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Hadits di atas mengajarkan kepada kita :
1. Menentukan tujuan sebelum beraktifitas.
Karena salah satu kunci utama keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup adalah menentukan tujuan sebelum beraktifitas. Dan tujuan seorang muslim dalam aktifitas sehari-hari ada 3 hal yang diminta oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam doa di atas.

2. Seyogyanya seorang muslim selalu meminta pertolongan kepada Allah ta’ala dalam merealisasikan tujuan dan cita-cita yang ingin ia dapatkan.
Ia harus memperdalam rasa tawakkalnya kepada Allah ta'ala. Ia harus menancapkan di dalam sanubarinya prinsip La hawla wa la quwwata illa billahi. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan, hidayah dan taufiq dari Allah ta-ala.
Lihat bagaimana Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Beliau seorang Nabi, beliau seorang Rasul, namun beliau tidak pernah menggantungkan asanya dengan kemampuan beliau sendiri, beliau tidak bertumpu dengan kedua kakinya. Namun beliau berdoa kepada Allah ta’ala. Beliau meminta setiap pagi kepada Allah ta'ala untuk diberikan ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amala yang diterima, padahal beliau seorang nabi, seorang Rasul, seorang pemimpin para anak adam.
أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (مسلم)
Namun begitu besar tawakkal dan pengharapan beliau kepada Allah ta’ala. Dan beliau shallallahu alaihi wa sallam selalu meminta pertolongan kepada Allah. Oleh karena itu kita perbesarlah tawakkal kita kepada Allah ta'ala.

3. Permintaan pertama yang diminta Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam kepada Allah ta'ala adalah ilmu yang bermanfaat.
Yaitu ilmu yang berasal dari firman Allah ta'ala, berasal dari hadits Rasul shallallahu alaihi wa sallam, dan berdasarkan pemahaman para salaf. Dan ilmu yang menumbuhkan rasa takut kepada Allah ta'ala. Dan membuat kita beramal, sehingga bermanfaat bagi diri ktia sendiri maupun lingkungan sekitar. Inilah ilmu yang bermanfaat.
Dan sekaligus doa di atas mengajak kita dan memerintahkan kita untuk terus menuntut ilmu agama, agar terciptalah persatuan antara doa kepada Allah ta’ala dan ikhtiar seorang manusia.
Tuntutlah  ilmu agama, agar kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Sebagaimana yang kita minta kepada Allah ta'ala. Karena ibadah yang satu ini adalah ibadah yang diperintahkan oleh Allah ta’ala.
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ (ابن ماجه)
Sebagaimana Allah ta’ala mewajibkan kita shalat 5 waktu, Allah pun menyuruh kita untuk menuntut ilmu agama. Sebagaimana Allah ta’ala mewajibkan kita berpuasa di bulan Ramadhan, Allah mewajibkan kita untuk melangkahkan kaki kita, meluangkan waktu kita, mencurahkan waktu dan energi kita untuk mengkaji firman-firman Allah ta’ala, untuk membahas sunnah-sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Oleh karenanya, marilah kita menuntut ilmu agama agar kita memperoleh ilmu yang bermanfaat.

4. Permintaan kedua dari doa di atas adalah rizki yang baik (halal).
Oleh karena itu, seyogyannya seorang muslim meminta kepada Allah ta'ala rizki yang halal, yang baik dan ia mencari rizki yang halal lagi baik tersebut.
Hendaklah ia memperhatikan harta yang ia konsumsi. Hendaklah ia memperhatikan hukum profesi yang digelutinya, agar memastikan bahwa yang seluruh ia konsumis dan masuk ke dalam tubuh dirinya, istrinya dan anak keturuannya adalah halal dan jangan sampai ada satu suap pun yang berasal dari harta yang haram dan tidak diridhoi oleh Allah ta'ala.
Mengambil rizki yang haram akan mempertaruhkan doa kita. Dalam sebuah hadits yang diceritakan kisah orang yang berdoa ia bertawasul dengan nama Allah ta’ala dengan nama Rabb.
ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ (مسلم)
Mengambil rizki yang haram akan mempertaruhkan amal kita.
لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ (مسلم)
“Tidak diterima shalat dalam keadaan tidak bersuci, dan tidaklah diterima shadaqah yang berasal dari harta haram”. (Harta pencurian sebelum pembagian ghanimah).
Mengambil rizki yang haram akan mempertaruhkan akhirat kita yaitu negeri yang abadi.
كل لحم نبت من السحت فالنار أولى به (شعب الإيمان والصحيحة)
“Setiap daging yang tumbuh dari perkara haram, maka nerakalah yang pantas untuk menjadi tempat tinggalnya".
Maksudnya : Pantas diadzab dan disiksa di dalam neraka.

5. Permintaan yang ketiga yaitu amal yang diterima
Ulama menjelaskan dari hadits tersebut bahwa tidak setiap amal yang dilakukan pasti akan diterima. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلاَّ السَّهَرُ (ابن ماجه)
“Berapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan ganjaran kecuali hanya sekedar (menahan) lapar. Berapa banyak orang yang shalat (malam), namun tidak mendapatkan ganjaran kecuali hanya sekedar begadang”.

Ini menunjukkan bahwa tidak setiap amal ibadah diterima oleh Allah ta’ala. Ulama menjelaskan bahwa apabila amal ibadah ingin diterima oleh Allah ta’ala dan membuahkan pahala di sisi-Nya, maka harus merealisasikan 2 syarat, yaitu ikhlas dan mutaba’ah (mencontoh) Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ  (البخاري ومسلم)
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ (البخاري ومسلم)
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا (الكهف : 110)
Ikhlas kepada Allah ta’ala harus dengan menyandingkan sunnah nabi shallallahu alaihi wa sallam. Berkata syaikh Abdul Qadir jaelani rahimahullah ta’ala
عليكم بالاتباع من غير الابتداع عليكم بمذهب السلف الصالح (الغنية 1/55)
Wajib bagi kalian untuk mencontoh (Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam) tanpa melakukan tambahan dalam agama yaitu bid’ah. Wajib bagi kalian (untuk mengikuti) madzhab salafush sholih.

Hidup ini singkat & hidup ini hanya sekali saja. Oleh karena itu marilah kita isi hidup kita ini dengan mengamalkan doa yang disampaikan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan membumikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Marilah kita menuntut ilmu agama, mencari rizki yang halal dan berupaya mengamalkan amal ibadah yang diterima oleh Allah ta’ala, yaitu yang ikhlas dan mencontoh tuntunan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar Rahimahullah ta'ala

syair tentang bekal taqwa

Musnid Muda Nusantara